Text
Bulan Bugil Bulat : Kumpulan Cerpen
MALAM itu kami naik becak ke tempat Ganang. Silir angin malam membekukan. Aku dian tak berkata-kata, bapak pun demikian. Namun aku tahu, dibalik kebekuannya di dalam dada ada gejolak mendidih pertempuran. Kulihat air mukanya mendadak jauh lebih tua. Pandangannya kosong.
Aku bisa menduga, bapak mencoba membunuh kesepian yang telah mewujudkan dalam kartu-kartunya itu. Kesepian satu-satunya yang dimiliki selama ini. kini harus dibunuhnya pula, demi Ganang.
Sebagaimana terhadap Ganang, aku pun bertanya, sanggupkah bapak meraih kristal-kristal "garam" untuk membantu lidahnya mengecap kenyataan ini?
Tidak tersedia versi lain